by

Merit Sistem: Kualifikasi, Kompetensi dan Kinerja dalam Berbagai Aspek

Oleh: Alexander Duwith SH, MSi, Sekretaris DPRD Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat

TEMINABUAN, drpdsorongselatan.net – Ada banyak hal yang menjadi bahasan, diskusi panjang dan renungan penuh makna, setelah Rapat Koordinasi Pengembangan Sumberdaya Manusia di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dengan tema: Penguatan Kapasitas ASN Dalam Era Merit Sistem selesai digelar. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12-13 Desember 2018 itu dilakukan di Teminabuan, ibukota Kabupaten Sorong Selatan.

Dari rakor tersebut dapat dipahami bahwa pada dasarnya, Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS merupakan langkah awal  dalam mencapai SDM (Sumberdaya Manusia)  emas di tahun 2045.  Dalam waktu  5 – 10 tahun ke depan, pemerintah dengan sangat serius akan menyiapkan SDM Aparatur untuk mendukung arah pembangunan nasional yang terpadu dan terintegrasi.

Alexander Duwith SH, MSi

Menyikapi langkah ideal dalam menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045 tersebut, tahap pertama yang harus sudah diselesaikan adalah sistim merit harus sudah bisa diwujudkan pada akhir 2018 ini.

Apa yang sekarang dilakukan dengan istilah open bidding atau seleksi terbuka  akan segera kita ditinggalkan ketika sistim merit  sudah berjalan.

Dalam sistim merit/ merit sistem, kata kuncinya sangat sederhana yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam berbagai aspek. Mulai dari perencanaan, pengadaan sampai pemberhentian ASN (Aparatur Sipil Negara). Jadi seseorang yang akan menduduki suatu jabatan, syaratnya memenuhi kualifikasi, kompetensi dan kinerja.

Tetapi harus diakui bahwa saat ini masih sering terjadi benturan-benturan yang sangat kuat karena berbagai kepentingan. Tetapi kalau nanti sistem merit ini sudah berjalan, pengawasan sudah baik, sistim informasi sudah baik, benturan berbagai kepentingan itu pasti tidak akan terjadi lagi.

Untuk membangun sistim merit ini,  kita semua harus membangun aturannya, dan dalam pelaksanan harus tertib sehingga tidak ada lagi alasan alasan yang tidak semestinya. Misalnya pergantian pejabat tanpa sebab. Apabila sistim merit ini sudah berjalan dengan baik, maka hal ini bisa dipandang sebagai kapital bangsa Indonesia, sebagaimana yang terjadi di negara-negara yang sudah maju pun bahwa birokrasi dipandang sebagai modal untuk kemajuan bangsanya.

Pada sisi lain, strategi untuk menunjang sistim merit tersebut  ada enam poin penting yaitu:

Pertama, tentang pengorganisasian  perencanaan ASN didasarkan pada fungsi organisasi melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja, audit kepegawaian penyesuaian arah kebijakan nasional.

Kedua, perekrutan berorientasi pada talenta terbaik berbasis jabatan (diversifikasi tes) & sertifikasi, TKD (Tes Kompetensi Dasar) & TKB (Tes kompetensi Bidang) sistem komputerisasi, orientasi & engagement utk setiap penugasan pada jabatan baru.

Ketiga, pengembangan kapasitas  dalam mengurangi kesenjangan kompetensi dengan cara pelatihan 20 JP/tahun setiap PNS (Pegawai Negeri Sipil), Training Need Analysis (TNA), Diklat, Coaching & Mentoring berbasis kinerja. Keempat, penilaian kinerja dan awardnes berkelanjutan dengan cara membentuk Tim Penilai Kinerja, Performance dialogue dan Merit & performance based incentives.

Kelima; promosi dan rotasi menuju PNS yang dinamis dengan cara Talent Mapping, Succession & Career Planning dan Rotasi nasional  sebagai perekat NKRI.

Keenam, mengapresiasi secara layak  dengan perubahan sistim pensiun dan sistim kompensasi yang memadahi.

Salah satu metode utk menunjang terwujudnya sistim merit adalah rekrutmen terbuka. Open recruitment salah satu cara sebelum mendapatkan calon terbaik di organisasi (talent management). Talent mapping perlu dibentuk melalui assessment center yang distandarisasi oleh BKN (Badan Kepegawaian Nasiona). Kompetensi manajerial, teknikal dan sosio kultural, sehingga setiap organisasi perlu membentuk assessor internal untuk mendapatkan talent terbaik.

Dalam konteks Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat, penguatan sistem merit dalam manajemen ASN dilaksanakan melalui pengelolaan ASN sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi ASN. Untuk itu seluruh PNS didorong untuk kreatif, inovatif dan mencari terobosan baru untuk menghadapi era transformasi digital dalam manajemen PNS.  Dengan demikian diharapan bahwa JKabupaten Sorong Selatan akan mampu mempersiapkan birokrasi yang mampu berkompetisi. (TS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed